Situ Buleud

Folklore from West Java

Purwakarta sub-district has a small lake named Situ Buleud that symbolized the Purwakarta city.

Situ Buleud derived from Sundanese. Situ means small lake and Buleud means circle. So it can be interpreted Situ Buleud as small lake which is circular. But when it viewed from above, it's not circular, but rather looked like a football stadium.

Situ Buleud became a tourist attraction and located at the heart of the city. In addition, it is also used as a jogging area on Sunday. The trait which became the symbol of this lake is a statue of rhinoceros.

According to a man who is also the Secretary of the Joint Council and the Research of Purwakarta history, RH Garsoebagdja Bratadidjaja, in ancient times Situ Buleud is a "Pangguyangan" (wallow) of the rhinos from Simpeureun and Cikumpay and also used as a drinking place for the animals. But not for today because the rhino is already a rare animal.

Buleud situ formed because there are springs plus rainwater. Then, by the Dutch enlarged. Because it was feared the water continues to recede, made of local irrigation channels Pasawahan.

------------------------@@@@@@@@@@@------------------------------



Cerita Rakyat dari Jawa Barat

www.kaskus.co.id
Kecamatan Purwakarta mempunyai danau kecil yakni situ buleud yang melambangkan kota Purwakarta ini.

Situ buleud ini berasal dari Bahasa Sunda. Situ yang berarti danau kecil dan Buleud yang berarti Lingkaran. Jadi dapat diartikan Situ Buleud adalah danau kecil yang berbentuk lingkaran. Tetapi kalau dilihat dari atas tidak berbentuk lingkaran, melainkan berbentuk seperti stadion sepak bola.

Situ buleud menjadi tempat wisata dan berada pada jantung kota. Selain itu, Situ Buleud ini juga dijadikan tempat lari untuk setiap hari minggu saja. Ciri yang menjadi simbol situ ini juga adalah patung badak.

Menurut keterangan seorang sesepuh Purwakarta yang juga Sekretaris Musyawarah Bersama Masyarakat Purwakarta dan anggota panitia penelusuran sejarah Purwakarta, R.H. Garsoebagdja Bratadidjaja, pada zaman dahulu Situ Buleud merupakan tempat “pangguyangan” (berkubang) badak yang datang dari daerah Simpeureun dan Cikumpay serta dijadikan pula tempat minum bagi binatang lainnya. Namun sekarang sudah tidak karena badaknya sudah menjadi hewan langka.

Situ Buleud terbentuk karena ada mata air ditambah air hujan. Kemudian, pada zaman Belanda diperbesar. Karena dikhawatirkan airnya terus surut, dibuatlah saluran irigasi dari daerah Pasawahan.

sman1jatiluhur.sch.id
wikipedia.org

New Video: Panyalahan Village

Indonesian Folklore Thumbnails

VIEW FOR MORE IMAGES BELOW

THUMBNAILS 1 | 2 | 3 | 4 | 5

Popular Posts